Tuesday, November 26, 2013

Real Story

Suasana pagi...yah itulah suasana yang sangat kusuka.Hanya disaat itulah aku bisa menghirup udara segar dan bau semerbak bunga melati yang tengah mekar.Ditambah lagi dengan kicau burung yang lalu lalang kesana kemari menambah semaraknya suasana pagi.Namun, di pagi ini tak kudengar kicau burung yang seolah menyapa setiap orang yang melihatnya itu.Karena hujan yang mengguyur bumi sejak semalam tak mau reda.

Pikaranku kembali tertuju pada peristiwa yang telah terjadi tadi malam.Saat itu, aku bertengkar hebat dengan  Nita.Masalah besar menimpaku, pikiranku berkecamuk dan aku merasa bimbang.Nita ingin putus hubungan dariku, namun aku tak pernah sedikitpun ingin terlepas darinya.Aku suka pada wanita lain tapi aku juga tak ingin putus dengan Nita.Aku memberanikan diri untuk mengatakan ini pada Nita, aku juga menjelaskan alasanku berbuat seperti ini.Alasannya cukup logis yaitu aku ingin merasakan belai lembut dan perhatian dari seorang wanita.Sebenarnya Nita juga bisa seperti itu tapi karena jarak yang begitu jauh aku merasa pesimis.Nita sangat marah padaku, aku pun segera meminta maaf namun tak semudah yang ku bayangkan.Nita berkata bahwa dia tak bisa memaafkanku sekarang, aku memahaminya wajar saja dia seperti itu karena aku terlalu mementingkan ego-ku sendiri.

Aku telah menghianatinya, aku telah merusak janji kesetiaan yang pernah kubuat.Aku telah melukai hati seorang wanita yang tulus menyayangiku, wanita yang telah membahagiakanku, dan wanita yang rela menghabiskan waktunya demi menunggu lelaki bodoh seperti aku ini.Aku memang bodoh, seharusnya aku tak menuruti ego-ku.Seharusnya aku tetap menjaga kesetiaanku, menjaga kepercayaan yang telah diberikannya kepadaku, dan menjaga cinta suci yang setulusnya untukku.Aku telah dibutakan oleh nafsu.

***
Di sekolah pun aku tak bisa berkonsentrasi belajar karena terganggu dengan masalah ini.Aku menjadi lebih banyak melamun.Di hari itu tak sedikit dari guru-guru yang menegurku karena aku lebih sering melihat ke luar jendela daripada memperhatikan guru yang sedang menerangkan pelajaran.Pikiranku kosong namun di dalamnya banyak masalah yang terbayang-bayang di benakku.Pada waktu istirahat kusempatkan shalat Dzuhur berjamaah di masjid sekolah.Usai shalat, aku sengaja berdiam diri di masjid karena ingin menenangkan pikiran.

***
Hari-hariku penuh dengan penyesalan, aku menyadari bahwa keputusan yang telah aku pilih adalah salah.Termasuk mengutarakan perasaanku pada Via.Via lah wanita yang telah membuatku luluh dan membuat hubunganku dengan Nita menjadi berantakan.Tapi semua yang telah terjadi bukanlah salah Via, karena akulah satu-satunya orang yang bersalah atas masalah ini.

Akhirnya aku menjalin hubungan dengan Via, walaupun sebenarnya aku masih menyimpan rasa sayangku pada Nita.Aku mengatakan hal ini pada Via dan dia memahami perasaanku.Namun di hari keempat setelah kami pacaran, aku mendapat masalah yang dapat dibilang sebagai masalah besar.Orang tua Via tidak mengijinkan kami pacaran dan beliau juga menganggap bahwa aku akan menjadi benalu dalam kehidupan Via.Ya...aku dianggap selalu membawa dampak negatif untuk Via.Dan yang tak kusangka-sangka, aku mendapat tamparan keras dari ayah Via.Pedih memang...

***
Aku bangun tengah malam dan mengambil air wudhu, aku ingin melaksanakan shalat Tahajud agar pikiranku bisa sedikit tenang.Setelah shalat kutengadahkan kedua tanganku, memohon petunjuk atas masalah ini.Aku juga meminta maaf atas kesalahanku yang telah kuperbuat kepada hamba-Nya.Mungkin masalah yang kuhadapi ini adalah sebuah karma dari Allah karena telah melukai hamba yang disayangi-Nya.

No comments:

Post a Comment