Siang itu terik matahari serasa
membakar tubuhku, dahaga mulai terasa dan lapar pun mendera.Ku percepat laju
motorku agar cepat sampai rumah, namun sialnya motorku terhenti karena ternyata
roda motorku melindas paku.Dengan malas kudorong motorku sembari mencari
bengkel terdekat.Setelah lama mencari, akhirnya kutemukan bengkel tambal ban.
“Pak, tambal ban depan motor saya ya”,kataku pada tukang
tambal ban.
“Kena paku ya dek?”,dia bertanya padaku.
“Iya pak, di dekat Alfamart tadi nglindas paku”,jawabku.
“Oh disitu memang banyak pakunya dek, soalnya rumah dekat Alfamart kan baru direnovasi jadi paku dan bahan bangunan lainnya masih berserakan di jalan raya”,jelas tukang tambal ban sembari menambal roda motorku.
“Iya pak, di dekat Alfamart tadi nglindas paku”,jawabku.
“Oh disitu memang banyak pakunya dek, soalnya rumah dekat Alfamart kan baru direnovasi jadi paku dan bahan bangunan lainnya masih berserakan di jalan raya”,jelas tukang tambal ban sembari menambal roda motorku.
Tiba-tiba suara yang tak asing di
telinga memanggilku, aku pun menoleh dan terlihat temanku Adi sedang minum es
Holland di pinggir jalan yang tak jauh dari tempatku berdiri.Aku menghampirinya
dan memesan 1 es Holland.
“Ngapain kamu ngejogrok disana?”,tanya Adi.
“Itu tuh roda motorku kena paku, jadi ya aku tambalin”,jawabku.
“Itu tuh roda motorku kena paku, jadi ya aku tambalin”,jawabku.
Kulirik Adi masih asyik meminum es Hollandnya,”Aku minta
nope cewek dong Di, lagi galau nih pacarku ngambek”,sambungku.
“Gampang, kamu pengennya yang anak mana?”,tanya Adi.
“Yang deket aja, SMP Negeri 1 P**** ada nggak?”,tanyaku
dengan penuh semangat.
Adi mengangguk dan menunjukkan nomor-nomor yang kumau, dengan cepat kusalin beberapa nomor ke Hpku.
Adi mengangguk dan menunjukkan nomor-nomor yang kumau, dengan cepat kusalin beberapa nomor ke Hpku.
^^__^^
Sore itu, aku mengirim SMS ke nomor
yang telah diberikan Adi padaku.Tak lama kemudian Hpku berdering dan kulihat
ada 2 pesan masuk dari nomor yang tadi.Aku pun beraksi, aku mengajaknya
berkenalan.Dia menyebutkan bahwa namanya adalah Lia dan yang satunya bernama
Dinda, aku pun juga memperkenalkan diri.Tapi aku berbohong tentang tempatku
bersekolah, aku mengaku bersekolah di SMP Muhammadiyah 5 P**** sedangkan
sekolahku yang sebenarnya di SMP Muhammadiyah 3 K******n.
Kian hari aku semakin akrab dengan
kedua cewek ini, ternyata mereka adalah sahabat dekat. Suatu hari aku mengajak
Dinda untuk keluar jalan-jalan dan dia menerima ajakanku.Aku mengajaknya ke
sawah dekat rumahku, aku hanya ingin menguji apakah dia tipe cewek yang manja
atau bukan.Aku memberinya es krim Cornetto yang sebelumnya sudah aku beli dan
aku mulai membuka pembicaraan.Dari analisaku ternyata dia adalah cewek pendiam
dan pemalu, dia tidak berbicara sebelum aku yang memulai.Aku tertarik
dengannya, aku suka tipe cewek yang tidak banyak bicara.Pada saat hari ulang
tahunnya, aku memberi dia kado berupa boneka.Mungkin hanya itu yang dapat
kuberikan padanya.
Hari pun berganti, secara tiba-tiba
Naffa(pacarku) mengajakku putus katanya dia sudah bosan denganku.Tapi aku
mencoba mengusut masalah ini, sampai akhirnya aku tahu kalu sebenarnya dia
punya cowok lain.Aku mencoba menerima keadaan, kuanggap ini hanya angin
lalu.Ketika itu aku menyatakan perasaanku pada Dinda, aku ingin bersamanya
bukan hanya sebagai pelarian semata.Tapi perasaan ini kumiliki tulus dari dasar
hatiku, namun jawaban yang kuterima membuatku terpukul.
“Maaf aku nggak bisa menerima kamu, bukan karena aku tak
menyukaimu tapi aku sudah punya seseorang yang mampu melindungi dan membuatku
nyaman, aku hanya ingin setia padanya”,jawabnya.
Aku memahami penolakannya itu, mungkin lebih baik aku tidak
mengganggu hubungan Dinda.Aku seolah hilang dari peradaban, tidak pernah berkomunikasi
lewat SMS ataupun Facebook karena Hpku hilang entah dimana.
^^__^^
Beberapa bulan atau mungkin setahun
berlalu, suatu ketika sewaktu aku Facebook-an tiba-tiba Lia cewek yang aku
kenal mengirimi aku pesan.Dia menanyakan kabarku, setelah basa-basi kami
kembali akrab seperti dulu kala.Obrolan kami berlangsung hingga aku merasakan
rasa yang tak biasa, candaan-candaan yang kulontarkan membuatnya tertawa dan
semakin berdebarlah jantungku.
Aku meminta nopenya lagi dan disaat
aku telah memiliki Handphone kucoba menghubunginya dengan cara SMS.Dia
membalasnya, waktu itu keadaanku sedang m*b*k karena pengaruh minuman keras
akibatnya aku mengatakan kata yang mungkin membuatnya terkejut.
Esoknya, yaitu tanggal 17 Mei 2012
kumantabkan hatiku untuk mengatakan perasaanku yang sesungguhnya pada Lia
karena aku sudah tak kuasa menahan rasa ini.Dan jawabannya sangat diluar
dugaan, dia menerimaku.Betapa bahagia ku rasakan hari itu.Tapi berbagai
rintangan membuatku sulit untuk bertemu dengannya.
Kini aku sekolah di Surabaya,
membuatku jauh dari pujaan hati.Namun kuyakinkan hatiku dan hatinya bahwa kami
dapat menjalani semua ini.Lebaran tahun ini aku pulang ke Kota Malang tapi
ternyata Lia berlibur ke Blitar.Tak kudapati dirinya, aku tidak bisa bertemu
dengannya.Tapi kuputuskan untuk memberinya hadiah, hadiah tersebut kutitipkan
pada Dinda.
Pernah suatu ketika aku mengajaknya
putus hubungan, alasanku karena aku tidak mau menyakitinya dengan segala
sikapku ini.Mungkin Lia berpikir bahwa alasanku tidak logis.Hari-hari berlalu,
hubungan kami kembali membaik hingga saat ini.Hanya saja kami tak pernah
bertemu, rasa rindu yang kian menggebu semakin menyiksaku.Aku ingin bertemu
dengannya walau hanya sekejap.
Apakah aku hanya bisa bertemu dengannya di alam mimpi?
Tapi
aku berharap hubunganku dengannya dapat berjalan sampai nanti dan berakhir
ketika aku tak ada lagi.Walaupun jarak dan waktu memisahkan, tapi hanya
dirinyalah yang slalu kucinta dan kunanti.
Hanya 3 kata yang dapat kukatakan “I Love U”.

No comments:
Post a Comment